BEM FK UNSRI

official tumblr account Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang, Indonesia

Permalink Divisi Kajian Ilmiah BO FKIA FK Unsri presents..
pelatihan PKM GT-AI-KT tanggal 25 Februari 2012..
pengumpulan karya PKM paling lambat 1 Maret 2012
CP: Emelda (PDU 2010 Nonreg) 085368748586
Yosua (PDU 2010 Reg) 08158358046
Permalink Ikuti seminar SMITH : Scientific Medication With Herbal by AMSA Unsri ^^
for more info :
contact person (CP) :(in poster) or Nuralisa : 085311767004 / 229FD1EC or @amsaunsri
Permalink OPEN RECRUITMENT KLUB-KLUB SENI DAN OLAHRAGA
Departemen Seni dan Olahraga BEM FK Unsri mengadakan OR klub-klub seni dan olahraga mahasiswa. Ada 6 OR klub yang dibuka, yaitu pingpong (31 desember 2011), futsal (30 desember 2011), musik (31 desember 2011), badminton (4 januari 2012), basket putra & putri (13 januari 2012), dan teater (7 januari 2012). Selain bisa menyalurkan hobi untuk melepas stres setelah kuliah, di klub ini akan didatangkan pelatih-pelatih yang bisa mengembangkan bakat kamu di bidang seni dan olahraga. So, tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu ke ketua angkatanmu!
Untuk info lebih lanjut, hubungi CP masing-masing per klub.
Permalink

Health Professional Education Quality part 2

Mahasiswa Kesehatan Harus Tahu!

Berpartisipasi dan berkolaborasi dalam sistem pendidikan tinggi ilmu kesehatan

 

BAGIAN 2

Oke, Jadi Saya Diminta Berpartisipasi. Memangnya Siapa Saya?

“coming together is beginning, staying together is process, and working together is success.”

Mungkin di antara teman-teman sekalian ada yang memiliki pengalaman serupa dengan Farrell, yang selama ini bersikap apatis alias tidak peduli terhadap sistem pendidikan tinggi ilmu kesehatan. Atau mungkin speerti Fitri dan Mischka yang sebetulnya sudah cukup kritis akan masalah yang terjadi selama kegiatan belajar-mengajar di kampusnya, namun merasa tidak berdaya dan akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan apa pun. Pernah merasa seperti itu?

Mahasiswa saat ini cenderung pasif? Hmmm, betul tidak ya…?

Sejak kecil sudah ditanamkan pada anak-anak Indonesia bahwa tugas utama pelajar itu ya belajar. Apakah ada diantara teman-teman yang nasehat orang tuanya berbunyi, “Yang kritis di sekolah ya, Nak. Selalu berikan masukan yang membangun untuk guru, kepala sekolah, menteri pendidikan, kalau perlu presiden sekalian, tentang sisrem belajar kalian di sekolah!”?

Kalau ada orang tuanya yang berpesan demikian, tolong ajak mereka begabung di HPEQ Project ya! Jangan lupa sebelumnya daftarkan mereka ke New7Wonders karena orangtua jenis itu bisa jadi lebih langka daripada komodo.

Jadi inilah masalahnya. Bukan rahasia lagi bahwa berpikir dan bertindak kritis belum menjadi akar budaya bangsa kita. Hal itu tercermin dari proses belajar mengajar dari bangku sekolah sampai pendidikan tinggi. Coba sekarang tanya pada diri sendiri, siapa yang kalau kuliah memilih duduk si kursi belakang, kalau diberi kesempatan bertanya diam, kalau diberi pertanyaan juga diam? Nah, hal-hal kecil seperti itulah yang tidak menunjukkan keaktifan dalam kegiatan belajar mengajar. Tidak heran jika peristiwa yang dialami Farrell, Fitri, dan Mischka juga banyak dialami oleh mahasiswa lain di negara ini.

Pendidikan tinggi ilmu kesehatan yang berkualitas pangkal sistem pelayanan kesehatan berkualitas.

Produk berkualitas sebuah proses pendidikan dilahirkan dari sistem pendidikan yang tepat guna. Apa yang diajarkan di institusi pendidikan harus bisa diaplkasikan di lapangan sistem pendidikan terus berkembang dan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Begitu juga dengan sistem pendidikan ilmu kesehatan. Teknologi, pola penyakit, kebutuhan masyarakat, dan pengambilan kebijakan adalah beberapa faktor yang memberikan pengaruh besar dalam perubahan itu. Hal inilah yang membuat suatu sistem pendidikan memiliki “tanggal kadaluarsa” alias tidak bisa dianggap sebagai sebuah patokan standar yang berlaku sepanjang masa. Dengan kata lain, suatu sistem yang dianggap baik 10 tahun lalu, bisa jadi mustahil diterapkan saat ini.

Pengambilan kebijakan terkait sistem pendidikan ilmu kesehatan bukanlah hal yang mudah, bahkan bagi negara-negara maju sekalipun. Apalagi di Indonesia, di mana hampir di setiap periode kemimpinan, selalu ada pergantian metode pembelajaran. Pemerintah dan institusi pendidikan tinggi ilmu kesehatan sesunggughnya telah berusaha keras menyusun sistem pendidikan yang terbaik untuk mencetak tenaga kesehatan yang berkualitas. Namun yang saat ini belum dioptimalkan adalah umpan balik dan partisipasi dari peserta didik yang sebenarnya termasuk komponen penentu keberhasilan suatu sistem pendidikan.

Hasil kajian tentang pola partisipasi mahasiswa dalam tata kelola sistem pendidikan di Indonesia yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam HPEQ Project pada tahun 2011 mengungkapkan bahwa tidak semua institusi mengikutsertakan mahasiswa dalam proses perencanaan, pengembangan, dan akreditasi institusi. Hal ini cukup disayangkan karena seharusnya mahasiswa sebagai peserta didik lebih dilibatkan dalam kebijakan0kebijakan institusi.

Kurangnya keikutsertaan mahasiswa ini seharusnya disikapi dengan baik oleh kita semua, saatnya kita bersama-sama lebih berinisiatif dalam berpartisipasi dalam penataan pendidikan yang kita ikuti.

Sebenarnya, dimana sih posis mahasiswa

“Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan.” (UU RI Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 6)

“Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi” (UURI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 8)

Dari 2 pasal diatas, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa, yang merupakan bagian dari masyarakat, wajib dan berhak ikut serta dalam penentuan kebijakan sistem pendidikan.

Nah, apa yang terjadi jika terhadap setiap kebijakan yang disusun kita hanya bisa diam dan tidak memberikan respon bahkan meskipun kita menemukan ketidakpuasan atau ketidakcocokan didalamnya? Di mana tanggung jawab kita terhadap pendidikan dan status mahasiswa yang kita sandang ini? Kita mahasiswa dikenal dengan pemikiran kritisnya; sudah saatnya kita bersama-sama mendukung keberlangsungan sistem pendidikan kesehatan dengan menyalurkan aspirasi yang membangun.

Dwiprahasto (2010) dalam Indonesian Health Professional Student Summit memaparkan bahwa mahasiswa harus berperan aktif, aktif sebagai subjek dalam menentukan kurikulum. Mahasiswa perlu berubah, dari reaktif menjadi responsif. Jika tidak merasa nyaman dengan kurikulum maka berikan solusi. Mahasiswa juga harus menjadi motor penggerak, karena perubahan bisa dilakukan jika ada kepedulian dan keingingan untuk mengubah kurikulum agar dapat diterima dan diterapkan semua pihak. Lebih dari itu, sejatinya mahasiswa dapat berperan sebagai public pressure yang mengerti isu dan ikut berperan dalam pengambilan keputusan. Partisipasi juga mengandung arti sebagai sebuah kolusi, penggabungan kekuatan berbagai pihak yang memiliki minat yang sama, dalam hal ini bahu membahu antar mahasiswa profesi kesehatan menuju sistem pendidikan yang terintegrasi. Kolusi yang tidak kalah penting tentu sinergi antara harapan mahasiswa dengan pemangku kepentingan terkait.

Hasil Deklarasi Mahasiswa: Saatnya Kita Berperan

Bersyukurlah kita bahwa masih banyak mahasiswa ilmu kesehatan Indonesia yang memiliki pemikiran yang lebih kritis dan kemauan bertindak yang lebih aktif dibanding Farrell, Fitri, dan Mischka.

Berangkat dari kesadaran akan pentingnya partisipasi mahasiswa, pada Indonesian Health Professional Student Summit tanggal 19 November 2010 silam, 8 organisasi magasiswa dari 7 profesi kesehatan yaitu Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA), Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Ikatan lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI), Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI), Ikatan Mahasiswa Kebidanan Indonesia (IKAMABI), Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI), Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI), dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Gizi Indonesia (ILMAGI) merumuskan sebuah deklarasi tentang pentingnya peran mereka selaku calon pemimpin masa depan untuk ikut terlibat aksi dalam pembuatan kebijakan terkait sistem pendidikan di institusinya masing-masing serta bentuk kerja sama yang terjalin dengan baik antar profesi yang satu dengan lainnya.

 

Ditulis kembali oleh: Enggar Sari K. W., Anita Permatasari, dan Wenny Oktalisa

Dibuat oleh: Tim penulis HPEQ Project.

hpeqstudent@gmail.com

Permalink

Metode Sidang Proposal Global

1.      Pimpinan Sidang terdiri dari 2 orang dan juga ada 1 orang sebagai Notulen. Setiap Ormawa juga diwajibkan memiliki Notulen dalam Sidang ini.

2.      Tiap Ormawa FK Unsri memaparkan Proposal Global masing-masing dan waktu disepakati bersama

·        Proker BEM sebaiknya dipaparkan oleh masing-masing Kadept, sedangkan BO wajib oleh ketuanya masing-masing, namun Kadiv tetap diwajibkan datang

3.      Setelah semua pemaparan, Perwakilan DPM-FK (sekitar 2-3 orang) memberikan pandangan secara umum atas Proposal Global yang disampaikan setiap Ormawa, setelah itu setiap Ormawa (dimulai dari yang paling pertama presentasi sampai yang paling akhir) diberikan hak menyampaikan Pandangan juga tentang pemaparan Ormawa yang lainnya; waktu ditentukan Pimpinan Sidang.

4.      Setelah Pandangan Umum, Pembahasan dimulai dari DPM-FK dengan pilihan mekanisme:

·        Membahas kegiatan Ormawa per bulan;

·        Membahas dari kegiatan yang diprioritaskan dahulu dan mengeliminasi program yang dianggap tidak perlu/tidak jelas;

·        Menyampaikan Opsi kepada tiap Ormawa untuk berdiskusi (dengan sistem Lobby) tentang program yang tujuannya sama atau waktu yang bertabrakan, dsb.;

·        Mekanisme lainnya…..

5.      Perwakilan dari DPM-FK menyampaikan hasil pembahasan keseluruhan ataupun boleh satu per satu (apapun hasil pembahasan, Pimpinan Sidang wajib mengetuk palu untuk mengesahkan keputusan sementara; namum sebelumnya ditawarkan kembali kepada jajaran DPM-FK apakah ingin diubah atau tidak, jika tidak maka langsung ketuk 1 kali)

6.      Sebelum pengesahan Proposal Global (Diterima/Ditolak), Pimpinan Sidang menawarkan kepada DPM-FK untuk menyampaikan rekomendasi untuk seluruh Ormawa FK Unsri. Setelah penyampaian Rekomendasi, maka Pimpinan Sidang mengesahkan hasil Sidang Proposal Global.

Permalink

Health Professional Education Quality part 1

Mahasiswa Kesehatan Harus Tahu!

Berpartisipasi dan berkolaborasi dalam sistem pendidikan tinggi ilmu kesehatan

 

BAGIAN 1

Sistem Pendidikan Tinggi Ilmu Kesehatan: Memangnya itu urusan saya?

“never believe that a few caring people can’t change the world. For, indeed, that’s all who ever have.”

Farrell, bukan nama sebenarnya, adalah seorang mahasiswa kedokteran yang cerdas dan memiliki catatan akademis yang memuaskan. IPKnya selalu diatas 3 dan selama ini dia merasa telah mengikuti kegiatan belajar-mengajar di kampusnya dengan baik. Tahun ini Farrell lulus sebagai dokter dan mulai sering diminta untuk mengisi lowongan jaga di puskesmas dan klinik-klinik swasta. Di minggu-minggu pertamanya, Farrell merasa canggung menghadapi pasien. Semasa kuliah, Farrell menjalani pendidikan klinis sebagai koas di berbagai rumah sakit pendidikan, di mana kebanyakan asus yang dipelajarinya adalah kasus tingkat rujukan atau spesialistik. Oleh karena itu, ada saat-saat di mana Farrell merasa bagwa dia yakin dia tahu diagnosis sekaligus tatalaksana penyakit ginjal kronis stadium 5 tapi dia tidak yakin bagaimana caranya mengobati pasien batuk-pilek-kurap-kembung.  Padahal di puskesmas dan klinik swasta tempat dia bekerja, pasien batuk-pilek-kurap-kembung itulah yang ditemuinya setiap hari. Sejak mulai bekerja, Farrell juga semakin menyadari bahwa banyak kompetensi profesi yang seharusnya dia pelajari dengan lebib mendalam semasa koas. Akan tetapi kenyataannya, tak jarang dia menjalani tugas jaga malam di mana energi dan waktunya begitu terkuras, sementara pengetahuan dan keterampilan klinisnya tidak begitu bertambah.

               Kisah lain datang dari Fitri, juga bukan nama sebenarnya. Seorang mahasiswa fakultas kedoktetan gigi yang seharusnya lulus sebentar lagi. Namun, saat ini dia khawatir tidak bisa ikut ujian karena tidak dapat menemukan pasien sebagai persyaratan ujian praktiknya. Fitri juga sebenarnya merasa cemas bahwa selama ini dia tidak cukup mendapatkan latihan praktik karena fasilitas dentalchair yang seringkali tidak memadai untuk seluruh mahasiwa di angkatannya.

               Mischika, lagi-lagi bukan nama sebenarnya seorang mahasiswa ilmu farmasi memiliki masalah dengan Firyti terkait dengan masalah pendidikannya. Mischika dituntut untuk memiliki kemampuan melakukan penelitian dan wawasan berskala internasional. Namun apa daya, fasilitas laboratorium tidak memadai dan akses gratis terhadap jurnal-jurnal kesehatan saja masih sulit dipenuhi institusinya.

Dari ketigfa mahasiswa di atas, ditemukan benang merah dan sedikit perbedaan diantaranya. Setelah lulus, Farrell baru sadar bahwa selama ini banyak hal dari sistem pendidikan di kampusnya yang ternyata kurang efektif dan efisien. Selama kuliah, dia begitu sibuk belajar hingga tidak sempat menaruh perhatian akan masalah-masalah terkait proses belajar-mengajar di kampusnya. Sedikit berbeda dengan Farrell, Fitri dan Mischka sebenarnya sudah cukup kritis akan masalah ketersediaan fasilitas mereka hadapi. Namun mereka tidak tahu harus berbuat apa. Mereka tidak tahu dengan siapa harus berdiskusi dan bagaimana cara melakukannya. Selain itu, ada sedikit perasaan pesimistis apakah aspirasi mereka akan mendapat tanggapan yang bermanfaat.

Ilustrasi di atas memang bukan hanya sekelumit dari banyak masalah yang dihadapi oleh mahasiswa ilmu kesehatan di Indonesia. Dari ketiga kasus tersebut, dapat dilihat bahwa masalah itu antara lain:

1.      Ketidak sesuaian materi yang diajarkan dengan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan

2.      Tidak efektifnya metode pengajaran yang acapkali hanya membawa kelelahan dan menghabiskan waktu tanpa menambah ilmu

3.      Kurangnya fasilitas di institusi pendidikan ilmu kesehatan

Masalah yang dialami Farrell, Fitri, dan Mischka adalah masalah teknis yang berbeda-beda antara satu profesi dengan yang lainnya. Pelajaran yang dapat ditarik dari ketiga kasus di atas adalah bahwa partisipasi mahasiswa sangat diperlukan untuk membuat sistem pendidikan yang tepat guna. Mahasiswa perlu memberikan umpan balik, baik dalam bentuk mesukan, kritik, dan saran terhadap proses belajar mengajar yang mereka jalani. Untuk dapat memberikan manfaat, penyampaian aspirasi itu harus dilakukan dengan benar. Dengan kata lain, metode yang digunakan haruslah efektif, efisien, dan intelek. Proses itu membutuhkan komunikasi yang baik antara mahasiswa dengan dosen, institusi, dan pemerintah.

“Partisipasi mahasiswa harus dilakukan dengan cara yang efektif, efisien, dan intelek”

 

hpeqstudent@gmail.com

by: Enggar Sari Kusuma Wardhani(PDU ’09 Reg), Anita Permatasari (PDU ’09 Reg), Wenny Oktalisa (PDU ’09 Reg)

Permalink BEM FKM Unsri mengadakan acara “Art Revolution Victim” (ARV) yaitu lomba-lomba yang meliputi lomba fotografi, lomba menulis puisi, dan lomba band.
Acara akan dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2011 di Palembang Indah Mall (PIM). Dimeriahkan oleh Homeband Unibraw featuring Musician Palembang.
CP: Della (+6287897956262), Kaltriani (+6287898444821)
blog: www.arv-bemfkmunsri.blogspot.com
Permalink 
selamat kepada pasangan Zen-Faisal yang telah terpilih menjadi Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa BEM Unsri Periode 2011/2012!
selamat berjuang, semoga dapat menjalankan tugas dan amanah dengan sebaik mungkin!
-BEM FK Unsri 2011/2012-
Permalink
Permalink
Permalink “SEMINAR HYPNOSOULMATE DAN MANAJEMEN EMOSI”
akan diadakan pada tanggal 18 Desember 2011 di Aula Lt 2 RSUP Moh. Husin Palembang..
untuk info dan pendaftaran, silahkan hubungi contact person: Pebby Hestiant (085664980642) Uswatun Hasanah (08568845625)
Permalink

minggu ujian..

minggu depan merupakan ujian bagi mahasiswa FK Unsri angkatan 2008, 2009, dan 2010 (4-9 Desember 2011). oleh karena itu, kami segenap admin BEM FK Unsri mengucapkan selamat berjuang bagi kakak-kakak dan teman-teman sejawat, semoga sukses ujian blok 21, blok 15, atau blok 9 nya! :)

Permalink dan yang terakhir, ini dia pengurus BEM FK Unsri 2011/2012 dari Departemen Informasi dan Komunikasi (Infokom)!
dari kiri ke kanan ada Bella Agiusella, Ista, Didi, Yosua (kepala departemennya), Maria, dan Arini..
mereka-mereka inilah admin dari semua account BEM FK Unsri, mulai dari facebook, twitter, blog, dan tumblr ini…
nah, sekarang sudah kenal kan sama admin2nya dan semua pengurus BEM FK Unsri! jangan sungkan2 untuk follow tumblr ini, atau kunjungi account2 lainnya! :)
-salam BEM FK Unsri periode 2011/2012-
Permalink 

ini dia Stella, Sekretaris Umum BEM FK Unsri 2011/2012!
Permalink 

ini dia Emelda, Bendahara Umum BEM FK Unsri 2011/2012!